Tulisan saya ini bukan untuk kalian para penggemar fanatik ATL, karena saya yakin kalian lebih tahu banyak tentang mereka. Tulisan ini saya peruntukkan bagi kalian yang tidak tahu ATL, dan untuk kalian yang sudah membeli tiket namun hanya hafal satu dua lagu dari ATL. Jangan sampai kalian menghabiskan uang orang tua hingga Rp.400.000 sebelum benar-benar mengenal ATL. So, please welcome : All Time Low (ATL)!
Ya, Adrie Subono memang sangat tahu apa yang diinginkan pencinta musik di tanah air. Setelah sukses dengan konser Pitbull di akhir mei lalu, 4 Agustus mendatang ABG tanah air akan dimanjakan oleh ATL. Setelah sempat dibombardir oleh para penggemar ATL di twitter, akhirnya Java Musikindo memutuskan untuk mengundang mereka ke Indonesia. Lalu, siapa All Time Low?
Mereka adalah Alex Gaskarth (gitar, vocal), Jack Barakat(gitar),Zack Merrick (bass) dan Rian Dawson (drum). Sejak berdiri pada tahun 2003, band asal Lutherville-Timonium, Maryland ini telah merilis dua E.P Album dan tiga Full-Length Album : The Three Words To Remember In Dealing With The End (2004), Put Up Or Shut Up (2006), The Party Scene (2006), So Wrong, It's Right (2007) dan Nothing Personal (2009). So Wrong, It's Right adalah album mereka paling sukses secara komersial. Remembering Sunday, menjadi lagu favorit saya dalam album ini. Selain itu ada lagu- lagu hits mereka seperti Dear Maria, Count Me In ; Poppin’ Champagne ; Coffee Shop Soundtrack ; dan Weightless. Bagi saya, musik mereka tidak jauh dari band-band pop punk kebanyakan, mungkin lagu-lagu mereka yang easy listening ditambah wajah personelnya yang tampan membuat mereka banyak digandrungi. Jadi buat kalian yang menyukai band-band pop punk seperti Amber Pacific, New Found Glory atau Boys Like Girls, rasanya akan juga menyukai ATL.
Pertama mendengar lagu mereka, saya teringat akan band pop punk asal Florida, New Found Glory (NFG), karena memang karakter vokal Alex dan Jordan Pundik (New Found Glroy) memiliki kemiripan. Nama All Time Low pun sepertinya sudah tidak asing, karena saya pernah mendengarnya dalam lagu Head On Collision milik NFG, begini petikan liriknya: “and it feels like I'm at an all-time low slightly bruised and broken from our head on collision”. Ternyata benar, ATL mengambil namanya dari lagu tersebut.
Untuk urusan aksi panggung, tidak perlu khawatir. Kalian pasti tidak akan kecewa. ATL sangat atraktif di atas panggung. Bahkan tak jarang mereka menampilkan gerakan-gerakan akrobat di atas panggung. Mereka juga sering memberikan kejutan di atas panggung, entah itu membawa penari latar atau menggantungkan bra di stand mic . Saya rasa masing-masing personel ATL punya hobi yang aneh. Menarik juga menebak-nebak apa yang akan mereka bawa di Tennis Indoor Senayan nanti.
Oh ya satu hal lagi, prediksi saya, jika konser Pitbull dipenuhi orang-orang pencinta “dunia gemerlap”, rasanya konser All Time Low nanti akan dipenuhi oleh anak –anak muda dengan sepatu nike. Jika itu benar, mungkin saya tidak akan jadi datang karena tidak punya sepatu nike..




